Empowering Through Access: Revolusi yang Kita Semua Butuhkan (Pandangan Ideologis, Politik, Ekonomi, dan Sosial-Budaya)
Beberapa pekan lalu, saya mengikuti kuliah tamu yang diselenggarakan oleh suatu komunitas literasi agraria dari IPB. Pembicaranya seorang dosen, Bu Rena menjelaskan tentang Theory of Access yang dipopulerkan oleh Ribot dan Peluso. Tak disangka, pembahasan tersebut mengetuk sanubari keimanan saya, meskipun pembahasannya sama sekali tidak melibatkan unsur-unsur keagamaan tersebut. Hidup ini semuanya adalah tentang akses. Begitu cinta Allah kepada hamba-Nya, Ia menganugerahkan kepada mereka akses yang paling sederhana adalah oksigen dan nafas. Dalam tataran yang lebih menggugah, Ia bahkan berjanji untuk tidak mengazab suatu kaum sebelum diutus seorang rasul/pembawa risalah ke tengah-tengah mereka. مَّنِ ٱهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِى لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا "Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (ke...