Langsung ke konten utama

Kalo Setiap Makhluk Dapet Rezeki, Kita Boleh Nganggur Aja Gitu?

Orang Cina tuh ulet lho dan harus kita akui bahwa saudara kita sesama ciptaan Allah ini punya etos kerja yang lebih kuat dari kita. Mereka bahkan mau jadi diaspora, kerja di luar negaranya untuk mendapatkan uang, meskipun pekerjaannya itu berat dan ngga selalu bergaji besar.

September 2022 waktu mengantarkan bapak yang kecelakaan di RSUD Sidoarjo, di samping bilik ada bapak-bapak Cina tulen yang bahkan ngga bisa ngomong apapun selain bahasa Mandarin.

Singkat cerita, dia jatuh dari ketinggian tower 10 meter saat memasang alat pemanas!

Ada 2 hikmah dari peristiwa ini:

1) Pengorbanan mereka luar biasa ya!

2) Lah, emang kalo kerja gituan orang yang asli negeri ini ngga ada yang berkapasitas yak? Wkwk. Kenapa harus ngambil tenaga kerja asing? Ini siapa sih yang ngasih perizinan di saat lapangan kerja domestik sangat sempit? Hayooo siapa hayooo :3

.

Ini masih sekilas ingpo aja ya ges hehe, tulisannya belum jadi.

Saya juga bingung mau kasih rekom buku apa huahua. Tapi bagi kamu yang ingin tahu, sembari menunggu tulisan ini yang nggatau bakal kelar kapan, kamu bisa baca artikel tentangnya di bawah ini:

[GRATIS!]

https://muslimahnews.net/2023/01/23/16873/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear Husband, Everywhere is A Dying City

I understand why overthinking is a bad habit, not just a psychological issue, sometimes it can even lead to sins — lots of them. But we live in a dying city, although just like in everywhere else. It's so tiring to see such a fast-paced world. No rest, no emotion, people race to reach higher places... Although how high is high enough? I don't know. I'm dreaming of a simple and unsophisticated life. Anyway in the surah Quraish, a blessed person has enough to eat and is safe against fear. No Ferrari, no 4-storey house, no Gucci... Just a simple meal and protection. And yes, that's true... How much can you eat before your stomach exploded?  We don't need a lot... We just need simple things... الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ (4) But today, even food and security is a privilege, so are housing, clothing, healthcare, and education. Indeed, we live in a crossroad of ideologies. This world — that's dying — has developed Capitalism to its finest. ...

Membedah Baqa' dalam Diri

Manusia fitrahnya memang dilengkapi dengan naluri-naluri ( gharaiz ( plural ), gharizah ( singular )). Yang pertama ada naluri ingin menyembah sesuatu ( gharizah tadayyun ), kemudian naluri ingin mencintai ( gharizah nau' ), dan terakhir naluri mempertahankan diri ( baqa' ). Bagi orang yang pernah membaca kitab ulama kontemporer, Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani pasti aware  dengan naluri alamiah manusia ini. Mempunyai naluri itu tidak dosa, karena mau bagaimana lagi? Itu sudah karakter alami manusia. Jadi, pahala dan dosa hanya berlaku dalam konteks bagaimana cara manusia memuaskan naluri itu, dengan cara-cara yang halal kah atau haram? Sepertinya dalam analisis saya terhadap diri sendiri, naluri saya yang paling dominan adalah baqa' . Ego saya sangat keras dan tinggi, dan jika tidak didudukkan saya tahu saya sangat berpotensi membuat dosa karena hal itu suatu hari nanti. Kemudian akhir-akhir ini saya kembali berada di persimpangan jalan dimana gharizah baqa'  saya tersent...

Polemik Laki-Laki & Perempuan

  Kapitalisme yang disponsori oleh Neoliberalisme membuat rakyat harus banting-tulang memenuhi kebutuhan yang seharusnya difasilitasi oleh publik. Sebut saja sekolah/pendidikan, kesehatan, dan akses-akses lainnya. Ditambah lagi tingginya pajak (yang dijadikan simbol pertumbuhan ekonomi) membuat kebutuhan pokok sehari-hari semakin mencekik. Tidak sebanding dengan kenaikan pajak-pajak itu, yang ternyata hanyalah angka tanpa kontribusi yang berarti kepada pembangunan, kecuali pembangunan orang-orang yang sudah kaya agar semakin kaya. Imbasnya apa? Harga rumah mahal. Harga makanan sehari-hari pun mahal. Tanpa membawa-bawa tendensi sebagian dari kita yang lebih suka barang-barang branded , bahkan ketika kita tidak neko-neko pun yang penting bisa 'bertahan hidup' saja, itu sudah menjadi sesuatu yang berat. Tak terkecuali kehidupan suami-istri yang penuh dengan huru-hara terkait ekonomi. Saya yakin patriarki itu ada, tapi saya tidak melihat keluarga saya dominan dalam patriarki, bahka...